ADA PAGESANGAN DI SEKOLAH

 In Opini
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Bukan sekolah informal, bukan sekolah alternatif, bukan homeschooling, bukan pula kursus apalagi sekolah formal.

Dok. @sekolahpagesangan

Bukan sekolah informal, bukan sekolah alternatif, bukan homeschooling, bukan pula kursus apalagi sekolah formal. Begitulah awal pembicaraan Diah Widuretno, penggagas Sekolah Pagesangan saat saya temui di acara Jalan Remaja 2018 di Yogyakarta (12/08). Adapun nama ‘sekolah’ yang menyemat di Sekolah Pagesangan hanya sebagai sebuah identitas bagi anak-anak dan remaja yang mendominasi komunitas tersebut.

Komunitas belajar yang kemudian menjadi program milik masyarakat ini selanjutnya berdiri untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat dan juga sebagai bentuk pemberdayaannya. Tetapi yang paling utama adalah sebagai antisipasi masa depan remaja desa dalam menyikapi lingkungannya secara kontekstual. Sejalan dengan hal tersebut, Diah memiliki keresahan akan sekolah formal yang pada praktiknya justru memberi jarak antara siswa dan lingkungannya. Menurutnya, hal tersebut muncul karena adanya ketidaksinambungan antara diri sendiri, mata pelajaran dan kebutuhan di rumah/lingkungan masing-masing anak.

“Kurikulum menuntut anak menjadi sama. Padahal kan mereka hidup di tempat yang berbeda-beda,” jelasnya kemudian.

Mengingat ada beberapa hal administratif yang belum bisa atau bahkan tidak Sekolah Pagesangan lakukan, maka sebagai komunitas, Sekolah Pagesangan membebaskan anak didiknya untuk mengenyam pendidikan formal. Bahkan jika ada yang sangat menginginkannya, Sekolah Pagesangan akan mengusahakannya. Dengan syarat, mendiskusikan bersama segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ketika hal tersebut akhirnya harus dilakukan. Sehingga harapannya, setiap anak memiliki tujuan dan gambaran masa depan yang terang dalam memberdayakan hidup dan lingkunganya, bukan sekedar ikut-ikutan.

Pada kesempatan yang sama, Livia, salah satu narasumber di acara #AkuRemajaIndonesia dan juga salah satu anak didik Sekolah Pagesangan, menyampaikan pendapatnya tentang betapa ia telah merasa matang dalam menemukan passion-nya. Padahal di awal keputusannya, Livia merasa ragu dan malu untuk menjadi petani. Di sisi lain, ia merasa kebutuhan untuk menjadi petani sangat diperlukan karena sesuai dengan lingkungan dimana ia tinggal. Pertemuannya dengan sekolah Pagesangan membuat ia semakin yakin dan percaya diri untuk menekuni bidang pertanian. Malahan, saat ini ia sedang menekuni kewirausahaan, tentu saja di bidang pertanian. Livia berpesan pada teman-temannya untuk dapat menjadi seorang bos dalam wirausaha sekecil apapun. Dengan cukup sentimentil Livia bilang bahwa Sekolah Pagesangan sudah menjadi kebutuhannya sendiri.

Bukan semata lokasinya yang berada dekat dengan warga, Sekolah Pagesangan juga memiliki model pembelajaran tersendiri yang mampu membuat anak didiknya tetap antusias belajar di sana. Tidak ada guru di Sekolah Pagesangan, tidak pula mata pelajaran, apalagi seragam. Yang ada hanya para petani yang membagikan banyak hal tentang mengolah, merawat dan menanam.

Menganalisis kebutuhan lingkungan merupakan langkah awal dari proses pembelajaran di Sekolah Pagesangan. Kemudian berlanjut dengan merumuskan keinginan masing-masing anak atas analisis lingkungan yang telah dilakukan. Kedua langkah awal tersebut dilakukan dengan berdiskusi bersama dimana setiap orang yang ikut, berhak mengemukakan pendapatnya dengan pertanian sebagai tema utamanya. Baru setelah itu, setiap anak memilih minatnya masing-masing; ada yang lebih suka mengolahnya, ada yang lebih suka merawatnya, ada pula yang menaruh minat dalam mengembangkan usaha ekonominya. Tetapi satu hal yang harus diketahui oleh smeua anak adalah masing-masing harus tahu proses yang dilakukan dalam bertani.

Sekolah Pagesangan mengingatkan saya pada konsep pendidikan Paulo Freire yang begitu dialogis dan manusiawi. Bagi Freire pendidikan yang membebaskan adalah terletak pada usahanya ke arah rekonsiliasi dan bukan yang tanpa praktik.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: ADA PAGESANGAN DI SEKOLAH!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/ada-pagesangan-di-sekolah/