AKU MINORITAS, KAMU?

 In Opini
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Aku Minoritas, Kamu? | BERISIK.ID

“Opini Remaja ditulis oleh remaja dalam program Jalan Remaja 1208 untuk memperingati Hari Remaja Internasional, 12 Agustus 2017 yang juga merupakan hari untuk merefleksi kondisi remaja Indonesia. Pada tahun ini, Jalan Remaja 1208 mengusung tema #terasing.”

Penulis
Nama        : Nevvin Hanjuna
Alamat      : Jalan Munggur Barat RT 01/RW 08, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap

Langkah demi langkah menjadi tahap, mencari arti akan sebuah tujuan. Berjalan di atas fananya bumi, pastinya akan ada ujung yang menjadi akhir. Panasnya Sang surya temani setiap langkah-langkahku. Menjadi diri sendiri lebih nyaman daripada harus berpura-pura menjadi orang lain, dan ada kalanya ketika itu memang positif. Lakukan, change your mindset to be better!

Jalanan memberiku banyak pelajaran tentang hidup dan kerasnya dunia yang harus aku lawan. Pelajaran yang sangat berartilah yang akhirnya membuatku memilih jalan menjadi seorang anak Punk.

Saat ini, Punk menjadi bagian dari hidup yang mungkin susah untuk kulepaskan. Ya, dengan itulah aku merasa menjadi diriku sendiri. Tidak berpura-pura menjadi orang lain. Kebersamaan yang jarang aku dapatkan di lingkunganku membuat aku nyaman. Aku merasa lebih bebas untuk mencari jati diriku sendiri.

Pilihanku menjadi seorang Punker bukan karena pelarian, broken home, korban style, atau kecintaan terhadap musik-musik keras, melainkan karena keadaan yang terkadang membuat gejolak jiwa mudaku marah untuk melawan dengan pemikiran yang sehat untuk mengubahnya. Aku sadar, dengan bertambahnya usia, pemikiran, dan kehidupan, itu tidak pernah hilang dalam hidupku. Dari situlah aku mulai mencoba untuk melakukan hal-hal yang positif. Bekerja, membuat sesuatu, mengamen, mengumpulkan uang untuk membuat usaha sablon manual, meski berat semua kulakukan. Perlahan aku mencoba membuat band yang bergenre punk rock bersama teman-teman. Sekadar untuk menyuarakan segala bentuk keluh kesah yang ada. Meski musik dan lagu yang kubawakan keras, aku tidak pernah bergaya kebarat-baratan. Aku tidak pernah meninggalkan rasa kedaerahan sedikitpun. Kearifan lokal dan rasa nasionalisme selalu kupupuk dalam diri, meski dengan penampilanku, banyak orang yang terkadang merasa risih. Tak ubahnya seperti noda kotor di atas baju yang mewah, orang-orang sinis memandangku. Ya … kadangkala aku merasa ter-minoritas-kan. Akan tetapi, aku tetap melawan ucapan mereka yang menilai bahwa kehidupanku di jalanan adalah hal yang suram. Aku melawan dengan bahasa pembuktian, bahwa apa yang kulakukan adalah bentuk kecintaanku terhadap bangsa ini. Agar bangsa ini menjadi lebih baik!

Bunga-bunga Bangsa

Bunga-bunga bangsa menggantungkan mimpinya di jalanan. Ada yang memandangnya sinis seperti kotoran di atas baju mewah. Akan tetapi, aku melihatnya seperti benang yang berwarna-warni dan menjadi dasar pembetukan sebuah pakaian. Bunga-bunga bangsa meminta-minta di perempatan jalan. Ada yang memandangnya seperti rumput liar yang tak tahu malu. Akan tetapi, aku melihatnya seperti bunga dan tunas, mereka harum mewangi dan tumbuh,  namun disia-siakan tak terawat. Janganlah bertanya, kau ini bunga milik siapa, yang dibiarkan layu, lalu diinjak-injak? Sang pemilik sudah berjanji akan merawatmu, tapi mengapa kau dibiarkan layu? Diinjak-injak di tanahmu sendiri, di-minoritas-kan karena kamu berbeda? Bunga-bunga bangsa, dalam keyakinan kuat ingin membuat suatu perubahan yang lebih baik.

Nevvin Hanjuna, pemuda kelahiran Cilacap, 14 Juni 1997 ini memilih untuk melakukan aktivitas kreatif usai dirinya lulus dari bangku SMK jurusan Teknik Mesin. Tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi lantas tidak membuatnya berdiam diri. Ia saat ini aktif melakukan kegiatan kreatif seperti bermusik, teater, belajar bahasa asing, membuat sablon manual, menulis, dan megisi berbagai workshop dari satu komunitas ke komuntas yang lain.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: AKU MINORITAS, KAMU?!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/aku-minoritas-kamu/