Album 2500 Kalori Siap Rilis

 In Opini, Rilis
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Dok. 2500 Kalori

Jumat, 8 Desember 2017 dilaksanakan konferensi pers Album Kompilasi 2500 Kalori di Nyata Kopi untuk menyambut Konser Dan Peluncuran Album Kompilasi 2500 Kalori Menu 1.  Mengambil tema pangan dan remaja, album Kompilasi 2500 Kalori ini berisi lagu-lagu hasil kolaborasi antara Yayasan Kampung Halaman dan 31 musisi independen. Pada tahap pertama, peluncuran dan konser Album Kompilasi 2500 Kalori Menu 1 akan menghadirkan 15 musisi kolaborator.

Konfrensi pers ini dipandu M. Adlan AA (Koordinator publisis 2500 Kalori), Yusuf Safary (Produser), Rachma Safitri (Direktur Yayasan Kampung Halaman), dan Dandy Summerchild (Koordinator Peluncuran).  Acara ini mendiskusikan sekaligus menceritakan kisah di balik pengerjaan album, proses pengaryaan, dan riset mengenai tema pangan.  Suasana santai dengan iringan musik dari album Kompilasi 2500 kalori di putar berulang-ulang hingga suasana kian santai dan bersahabat. Beberapa orang datang sambil membawa album 2500 Kalori, dan yang lainnya masih sibuk memesan kopi di dalam ruangan.

Tepat pukul 3 sore, konferensi pers dimulai. Peserta dan pembicara membuat lingkaran meja dan kursi yang saling berdekatan sehingga menambah keakraban.  Pengerjaan album ini sendiri dimulai sejak September 2016 sampai Desember 2017 dengan melibatkan 31 musisi dari banyak genre yang berbeda, yakni mulai dari dangdut, Folk, Pop, Rock, Heavy Metal, sampai Gamelan Jawa. Album ini sudah komplit untuk menggambarkan beragamnya musik Indonesia.

Rachma Safitri menjelaskan bahwa album ini merupakan bentuk dari kegelisahan akan isu pangan yang sebenarnya dekat dengan remaja, tapi terlihat jauh. Padahal, semua orang membutuhkan makan untuk beraktivitas, namun kesadaran akan gizi dan kesehatan masih minim. “Album 2500 Kalori Menu 1 adalah sebuah kompilasi 15 karya musisi dengan Yayasan Kampung Halaman yang mengangkat tema Pangan dan Remaja. Album ini berawal dari kegelisahan untuk menemukan cara mendekatkan remaja Indonesia dengan obrolan sederhana tentang pangan. Remaja Indonesia dan pangan, meski terlihat dekat, tapi sebenarnya berjarak. Tetapi yang terjadi selama ini, remaja lebih dijadikan objek dari pelaku bisnis pangan. Mereka belum mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung (menjadi subjek) dan belum memiliki hak untuk memahami apa yang mereka konsumsi. Pemahaman dan pengalaman remaja tentang sumber bahan makanan, pola kosumsi, sumber energi, dan gizi adalah fokus pengamatan kami saat riset, menulis, dan menciptakan lagu untuk album 2500 Kalori.” ungkapnya.

Isu pangan yang diangkat dari album ini memberi oase baru bagi penikmat musik tanah air. Beragam isu dan cara penyampaian lagu dari banyak musisi memberikan warna tersendiri dalam memaknai album ini. Terkait pengerjaan album, Yusuf Safari menjelaskan bahwa selama 1 tahun pengerjaan ini terdapat banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Namun, pada akhirnya tantangan dan kesulitan itu bisa diatasi. “Tantangan awal tengah sampai sekarang. Sebetulnya proses di awal adalah bagaimana mengorganisir sekian puluh band dengan beragam karakter untuk ngomongin tema besar yang mereka telanjangi menjadi karya musik dan menyamakan frekuensi. Kedua, kalau ngomongin tantangan udah produksi, ya, pastinya memikirkan operasional untuk produksi sampai sekarang tetap aman.” ceritanya.

Peluncuran album 2500 Kalori ini akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Desember 2017 pukul 15.00 WIB di Sangkring Art Space, Bantul. Acara peluncuran ini menampilkan musisi yang terlibat dalam pembuatan Album 2500 Kalori Menu 1. Seperti; Shoppinglist, Setu Bengi, Umar Haen, Dharma, Orkes Kodok Ngorek, Farinela, Afapika, Illona ATSP, Kopibasi, Tiger Paw, ROBBRS, Bumi dan Kedjora, Merah Bercerita, Gamelan Mben Surup, dan Holiday Anna. Selain pertunjukan musik, akan ada acara workshop Zine, Minggu Pangan, dan acara menarik lainnya.

“Acara peluncuran album ini sendiri akan dilaksanakan di hari Minggu jam 3 sore sampai jam 11 malam di Sangkring Art Space Bantul. Ada banyak acara, termasuk pertunjukan musik dari 15 musisi album kompilasi 2500 Kalori, Workshop Zine dari teman-teman Academy Olimpiade, Minggu Pangan, dan acara menarik lainnya. Untuk tiket sendiri, kami menjual 15 ribu rupiah untuk 300 pengunjung.” kata Dandy Summerchild.

Menurut Yusuf Safari, target peluncuran album ini tidaklah muluk-muluk, yaitu isu pangan menjadi percakapan di level remaja. Baginya, media musik adalah media yang paling dekat dengan remaja, sementara untuk distribusi albumnya akan bekerjasama dengan Demajoors. “Rencananya sih, memang album ini bekerja sama dengan satu distributor yang skalanya nasional. Demajoors yang kita gandeng untuk mendistribusikan rilisan fisiknya. Demajoors punya outlet rilisan fisik di pelbagai titik di Indonesia. Jadi, album ini sebetulnya bisa didapatkan di situ. Nanti mungkin akan ada rilisan digital di kanal-kanal musik sekarang seperti Spotify, Joox, Itunes, dan radio-radio tentunya.”

Hari menjelang petang, gerimis mulai datang, artinya sesi diskusi harus diakhiri. Untuk mengakhiri, Yusuf Safari menjelaskan bahwa harapan setelah peluncuran album ini adalah memotivasi teman-teman untuk berproduksi dan membuat konten karya. “Harapannya bisa memotivasi teman-teman yang lain bahwa kita berproduksi karya bareng-bareng itu bisa, ternyata, dan membuat konten yang serius. Kira-kira itu dulu.” jelasnya.

Sesi diskusi pun selesai. Beberapa orang membawa pulang rilisan fisik untuk dinikmati bersama senja. Beberapa orang lagi masih duduk dan asik mendiskusikan album ini, sementara alunan musik 2500 Kalori tetap berputar hingga dini hari di Nyata Kopi. Orang-orang yang duduk di dalam ruangan seperti terhipnotis untuk menikmati kopi hingga lagu-lagu 2500 Kalori selesai diputar berulang-ulang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: Album 2500 Kalori Siap Rilis!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/album-2500-kalori-siap-rilis/