BELAJAR WIRAUSAHA SAMBIL BERJUALAN DI LAPAK “SELAMAT PAGI”

 In Opini
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Matahari bersinar cukup terang pada Minggu (29/4) pagi itu. Orang-orang itu bergegas menata palet yang disediakan panitia. Palet itu adalah tempat bagi para pelapak yang bergabung di Selamat Pagi Vol. 18.

Dok. Brigita Kirana A.L.

Selamat Pagi digagas sejak 2015 dan diadakan di Yayasan Kampung Halaman, Dusun Krapyak, No. 05, RT/RW 05/55, Desa Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kab. Sleman, Yogyakarta, setiap tiga bulan sekali pada hari Minggu pagi. Selamat Pagi saat ini sudah sampai pada volume ke-18. Selamat Pagi merupakan laboratorium anak muda untuk berbagi informasi, eksistensi, dan jaringan dalam mengembangkan potensinya. Melalui laboraturium ini, anak muda dapat menciptakan inisiatif baru dan berdaya bersama.

Di laboratorium tersebut, ada beberapa aktivitas yang dapat dinikmati, yaitu Panggung Tepi Sungai, Ruang Karya, Ruang Riang, Studi Kelanduan, dan juga ‘Lapak’. Dari beberapa aktivitas tersebut, Lapak menjadi salah satu aktivitas yang penting di Selamat Pagi karena dijadikan sebagai ruang promosi dan transaksi produk hasil olahan sendiri yang tentunya ramah lingkungan.

Para penikmat internet pastinya sudah tidak asing lagi dengan frasa ‘buka lapak’. Ya, kalimat itu merupakan salah satu magic word bagi sebuah perusahaan. Meski begitu, lapak tidak hanya berada di dunia maya. Lapak tidak hanya membahagiakan pedagangnya, tetapi semua orang yang datang meramaikan. Ada dua belas pelapak yang terlibat dalam kegiatan Selamat Pagi Vol. 18, yaitu Lemonade, Goyang Ketombe, Es dan Api, Kedai Miko, Tangan Jahat, SuKiJo, Why so Why, Juragan Kecil, Kedai Daun Ijo, Gigi Nyala, Baika, dan Lapak Merch Band. Kedua belas pelapak itu berhasil bergabung setelah mengikuti audisi dan seleksi open call yang dibuka dan dilakukan oleh panitia Selamat Pagi. Sejak pukul 09.00, Yayasan Kampung Halaman menyulap halaman bawahnya menjadi tempat untuk berkumpul, menikmati acara, dan ditemani dengan makanan, minuman, serta produk kerajinan (craft). Bahkan pengunjung bisa melakukan special order di lapak Goyang Ketombe, yaitu puisi dadakan dan sketsa wajah tidak mirip. Menarik sekali, kan?

Pengelolaan Lapak Selamat Pagi
Di Selamat Pagi, semua orang—meski sebelumnya belum mengenal satu sama lain—berkumpul dan bersenda gurau serta melarisi lapak. Tak ketinggalan, anak-anak kecil yang berlari riang ke sana-ke mari juga ikut mencicipi jajanan lapak. Anak-anak muda bernyanyi mengikuti alunan lagu yang dibawakan pengisi acara panggung tepi sungai. Siang semakin terik, lapak pun tak henti kedatangan pembeli, malah semakin membanjir.

Lapak dapat menjadi sarana perputaran ekonomi kreatif di kegiatan Selamat Pagi. Dalam ilmu ekonomi, lapak merupakan salah satu contoh kewirausahaan, yaitu kemampuan kreatif dan inovatif untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam kegiatan produktif. Makna berwirausaha di kalangan para pelapak sudah cukup baik. Hal ini terbukti dari bagaimana mereka mampu berkreasi dan berinovasi dalam usaha lapak. Jika dianalisis dengan menggunakan startegi bisnis, terdapat temuan menarik yang terjadi dalam pelaksanaan Selamat Pagi Vol. 18.

Pertama, branding menjadi hal yang sangat penting bagi wirausahawan yang target pasarnya adalah pemuda. Nama lapak dan produknya harus mampu menggelitik dan menarik orang untuk mampir ke lapak itu. Melalui hal ini, pelapak sudah sukses memberi nama produk yang mendukung pencitraan, maka brand loyalty1) yang diterapkan oleh pelapak pun sudah baik. Hal itu ditunjukkan dengan adanya dampak yang mereka rasakan, yaitu banyaknya pelanggan yang membeli produk karena harga yang murah sehingga biaya pemasaran dapat dikurangi. Selain itu, lapak mampu menarik konsumen baru karena kepuasan yang disebarluaskan oleh konsumen yang sudah pernah mencoba produknya, contohnya lapak Lemonade.

Kedua, positioning. Positioning adalah adalah upaya untuk mengomunikasikan produk dan brand produk agar masuk ke benak konsumen. Pada lapak Juragan Kecil, contohnya, mereka sudah mampu menciptakan positioning dengan menciptakan kesan kepada konsumennya, yaitu berupa kata-kata unik mengenai cita rasa kuliner pada kemasannya.

Ketiga, penetapan harga kedua belas pelapak pada umumnya menerapkan cost based pricing2) dan pada lapak Goyang Ketombe menerapkan value based pricing3). Untuk competition based pricing4), metode penetapan harga ini belum diterapkan karena di antara kedua belas lapak belum timbul persaingan yang berarti karena produk yang ditawarkan berbeda-beda.

Keempat, perbedaan teknik promosi yang dirancang untuk menstimulasi calon pembeli. Beberapa lapak sudah melakukan promosi melalui media sosial seperti minumkopi.com, @lemonade_yk, tanganjahat.itd, sedangkan beberapa lapak lainnya masih menggunakan sistem “dari mulut ke mulut”.

Pemaknaan Kegiatan ‘Lapak’ Selamat Pagi
Berbicara soal makna penyelenggaraan kegiatan ‘Lapak’ Selamat Pagi, data yang diperoleh dari kedua belas pelapak menunjukkan bahwa sebesar 72,7% pelapak menyatakan bahwa keterlibatannya dalam lapak Selamat Pagi dapat meningkatkan pendapatan mereka, sedangkan 27,3% pelapak belum merasa pendapatan mereka meningkat. Para pelapak memaknai kegiatan Lapak ini lebih dari sekadar wadah usaha dan berkreasi. Tanggapan mereka beraneka ragam, yaitu asik, seru, kreatif, “anak muda banget”, sehat dan organik di tengah masyarakat yang majemuk, serta membantu generasi muda untuk berkarya dalam bentuk apa pun. Rasanya, inilah makna laboratorium yang diusung oleh Kampung Halaman, khususnya oleh Tim Selamat Pagi.

Yayasan Kampung Halaman berhasil menciptakan laboratorium itu meski masih terdapat beberapa hal teknis yang memerlukan perbaikan, seperti persediaan listrik bagi pelapak dan tempat pelapak yang kurang luas. Namun, secara garis besar, makna lapak tidak hanya sebatas yang ada pada visi dan misinya—pelapak yang mandiri, tetapi rasa memiliki dan bahagia juga muncul di sini. Tebersit harapan mereka untuk bisa melestarikan laboratorium lapak sesering mungkin, satu bulan sekali, misalnya. Bagi pelapak, ruang lapak di Selamat Pagi tidak hanya tempat mencari rezeki, namun juga tempat mereka belajar, berelasi, dan berinovasi.

  • Tulisan ini adalah hasil observasi Teman-teman dari Jurusan Ekonomi FE Universitas Sanata Dharma di mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif pada Selamat Pagi Vol.18.
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

CATATAN KAKI   [ + ]

1. Brand Loyalty(Loyalitas Merk) dimana keberadaan konsumen yang loyal pada merk sangat diperlukan agar produk/usaha dapat bertahan.
2. Penetapan harga berdasarakan biaya.
3. Penetapan harga berdasarkan persepsi calon konsumen terhadap nilai barang.
4. Penetapan harga berdasarkan Persaingan.
X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: BELAJAR WIRAUSAHA SAMBIL BERJUALAN DI LAPAK “SELAMAT PAGI”!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/belajar-wirausaha-sambil-berjualan-di-lapak-selamat-pagi/