BUDIDAYA IKAN OLEH REMAJA CANGKRINGAN

 In Liputan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Dok. Yafie

Dunia perikanan yang dikenal akrab dengan orang tua seakan dipatahkan oleh Yafie Ahmad. Pemuda berusia 27 tahun asal Cangkringan, Sleman, Yogyakarta ini nyatanya bisa membuktikan bahwa ia dan teman-temannya sukses terjun di dunia perikanan sejak dua tahun yang lalu. Sawah yang dulunya milik orang tua mereka kini dialihfungsikan menjadi kolam ikan yang masih mengusung konsep tradisional dan juga terdapat beberapa kolam permanen. Pengalihfungsian ini dilakukan karena susahnya mencari buruh untuk bekerja menggarap sawah dan sebagai pemanfaatan agar air yang melimpah di daerah ini dapat digunakan dengan sebaik mungkin.

Jenis ikan yang dibudidayakan di sini beragam, yakni mulai dari lele, tombro, dan ada juga lobster air tawar. Pakan yang digunakan untuk pembibitan di sini menggunakan pakan organik dari hewan-hewan mikroskopis, dari kotoran puyuh, dan limbah pemotongan ayam yang dimasukkan ke kolam, kemudian menghasilkan lumut. Akan tetapi, setelah lumut dari pakan tersebut habis, maka akan digantikan dengan pelet.

Yafie dan kawan-kawanya tidak bekerja sendiri. Mereka tergabung dalam kelompok budidaya ikan (KPI) Mina Merapi yang sudah berdiri sejak 1986. Akan tetapi, Mina Merapi baru diresmikan pada 2010. Peresmian kelompok ini dilakukan langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X yang pada saat itu sekaligus datang untuk memberikan bantuan korban bencana erupsi gunung Merapi karena daerah ini termasuk zona rawan bencana (RB3). Menariknya, kelompok ini selalu mengadakan pertemuan rutin pada malam Selasa legi, sesuai dengan penanggalan Jawa, baik untuk sekadar berbagi antaranggota maupun melakukan transaksi simpan pinjam.

Dok. Yafie

Peresmian kelompok ini ditujukan agar para pembudidaya ikan dapat memperluas jangkauannya sampai ke pemerintah. Tak hanya itu, pemerintah juga berkontribusi langsung atas bantuan yang diberikan sesuai dengan nilai kontrak dan tingkatan dari kelompok tersebut. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah juga harus mempunyai badan hukum agar pertanggungjawabannya jelas. Dana yang diberikan oleh pemerintah digunakan untuk kepentingan kelompok seperti membeli jaring, oksigen, dan obat-obat. Selain itu, Yafie dan kawan-kawannya juga rutin bertandang ke kelompok lain yang memiliki produk unggulan agar dapat diterapkan di kelompoknya.

Ke depannya, pemerintah akan memperbanyak porsi Mina Padi di Kabupaten Sleman dengan adanya proyek FAO (Food and Agriculture Organization) dari PBB. Mina Padi akan mengurangi penggunaan pupuk karena kotoran-kotoran ikan nantinya akan menjadi pupuk, sedangkan ikan yang ada di sela-sela padi akan makan dari hewan-hewan kecil yang hidup di sela-sela tanaman.

Dok. Yafie

Kelompok Mina Merapi ini juga selalu terbuka kepada kelompok-kelompok lain yang ingin berbagi informasi dan teknologi. Menurut mereka, apabila hanya mengandalkan pembudidayaan secara tradisional, mereka sudah kalah dengan Thailand, Filipina, Mexico, Venezuela, dan Amerika. Di sana aquaculture-nya juga baik. Biasanya, yang datang ke mereka untuk belajar lebih banyak perorangan karena kelompok ini masih bersertifikat madya, sedangkan yang sudah memiliki fasilitas penyuluhan sendiri adalah kelompok yang bersertifikat utama.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: BUDIDAYA IKAN OLEH REMAJA CANGKRINGAN!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/budidaya-ikan-oleh-remaja-cangkringan/