DARI MUSISI UNTUK MASA DEPAN PANGAN: CATATAN PERTAMA

 In Liputan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Bertempat di Sangkring Art Space, Bantul, Konser Album Kompilasi 2500 Kalori menampilkan 13 musisi Independen untuk menyuarakan isu pangan. Ketigabelas musisi itu berhasil memukau pengunjung dengan sempurna. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Kampung Halaman dan Berisik.id untuk mendekatkan remaja pada isu pangan. Tidak hanya menggelar pertunjukan musik, acara ini juga menggelar workshop Sprint Zine untuk pengunjung dan diskusi Minggu Pangan.

Panggung musik ditata sedemikian rupa sesuai tema. Terlihat banyak peralatan makanan dihiasi dengan beberapa tali menjadi ornamen yang indah. Sementara itu, komunitas Academy Olimpiade yang menjadi kolaborator workshop Sprint Zine mulai mempersiapkan bahan dan materi. Dinding-dinding ditempeli ornamen bertema pangan agar pengunjung mengetahui maksud dan tujuan acara ini.

Illona ATSP menjadi band pertama yang bermain di sore hari. Dengan lagu Habiskan Makananmu, Illona ATSP mencoba menyindir perilaku orang yang tidak menghabiskan makanan. Data yang dirilis oleh Jambeck (2015) menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah makanan terbesar setelah Tiongkok (China). Miris, bagaimana mungkin negara dengan angka ketimpangan ekonomi yang tinggi seperti Indonesia bisa membuang makanan dengan mudah? Dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang fantastis di China, mungkin hal itu bisa dibilang wajar—meski tetap tidak baik. Nah … kalau Indonesia menjadi pembuang sampah makanan terbesar kedua di dunia, akan jadi bagaimana nantinya? Mungkin semua orang harus belajar lagi untuk menghabiskan makanan seperti pesan dalam lagu Habiskan Makananmu.

Holiday Anna dengan lagu Kelapa Kelana memberikan suasana keindahan wisata di sebuah pantai. Lagu ini mencoba melukiskan kepulauan nusantara yang menyimpan sejuta aneka ragam pangan dengan keindahan eksotis yang dimilikinya. Pohon kelapa yang ada di semua pelosok nusantara merupakan bahan pangan potensial. Lagu ini mampu membahasakan keindahan alam dengan bahasa yang nyastra banget. Menarik!

Umar Haen dengan lagu Kisah Kampungku menjadi pembeda dari beberapa band yang tampil di sore hari. Dengan lirik frontal dan menusuk langsung ke jantung persoalan, Umar Haen mampu mengubah suasana menjadi lebih bersemangat. Lagu ini mengisahkan remaja pedesaan yang merantau ke kota besar. Hasilnya, remaja itu malah terasing dari kehidupan pedesaan yang membesarkannya. Lagu ini semacam kritik terhadap urbanisasi dan pendidikan yang mengisolasi manusia menjadi orang kota. Dengan musik sederhana berbekal gitar dan cajon, penampilannya mampu membius pendengar untuk menyelami lirik dengan seksama. Ia seperti menggiring pendengar ke alam pikirannya.

Sore menjelang petang, konser dibuka oleh Afapika. Meskipun belum banyak pengunjung yang datang, Afapika mampu menampilkan performa yang maksimal. Dengan lagu Condong, Afapika mencoba melukiskan dunia petani. Lirik lagu dengan nuansa etnografi ini menjelaskan lingkungan dan keseharian petani dalam mengolah sawah. Melodi yang simple dan alunan musik yang santai, membuat pengunjung ikut menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan. Lagu ini menurutku adalah karya yang mencoba menangkap fenomena sehari-hari dan diungkapkan melalui syair yang puitis. Komposisi suara vokal, gitar, bass, dan drum yang dimainkan sangat pas. Tak perlu aransemen yang rumit, ditambah dengan sedikit sentuhan folk, Afapika berhasil membuat suasana sepi menjadi damai nan syahdu.

Sore hari berlalu dengan meriah namun tetap hangat. Berstirahat dari panggung, acara 2500 Kalori pindah ke ruang diskusi. Di ruang diskusi, para punggawa Minggu Pangan sudah siap untuk memulai diskusi. Minggu Pangan adalah program menuju Konser 2500 Kalori yang telah diselenggarakan sebanyak tiga kali. Tema-tema pada ketiga Minggu Pangan tersebut adalah Sudahkah (Cita Rasa) Kita Beragam, Gizi Ndeso, dan Habiskan Makananmu. Program ini diharapkan bisa mengantarkan remaja dan anak muda untuk lebih memahami dan dekat isu pangan. Nah, diskusi di rangkaian Konser 2500 Kalori ini adalah presentasi hasil dari diskusi Minggu Pangan pertama, kedua, dan ketiga.

***

Setelah diskusi, rangkaian konser dilanjutkan dengan penampilan dari para band di malam hari. Bagaimana keseruan band-band yang tampil di malam hari dan apa saja sih, yang mereka suarakan? Tunggu dan simak di tulisan selanjutnya, ya …

Galeri

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: DARI MUSISI UNTUK MASA DEPAN PANGAN: CATATAN PERTAMA!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/dari-musisi-untuk-masa-depan-pangan-catatan-pertama/