MARTIN SURYAJAYA: MENULIS ITU SOAL KEDISIPLINAN

 In Ngobrol
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Dok. Martin Suryajaya

Martin Suryajaya adalah seorang filsuf dan penulis yang populer dengan ide-ide baru filsafat marxis di Indonesia. Kalau ilmu filsafat identik dengan ilmu yang berat sekaligus njelimet, namun bagi pria berambut gondrong ini filsafat malah menjadi santapan lezat sehari-hari. Ketertarikannya pada filsafat dimulai sejak duduk di bangku SMP saat ia mempertanyakan hal-hal kecil di sekitarnya, namun tidak bisa dijawab oleh orang dewasa.

Pria kelahiran Semarang, 11 Maret 1986 yang kerap disapa Martin ini merupakan penulis yang banyak mendapatkan penghargaan bergengsi di tanah air. Misalnya Pemenang Sayembara Kritik Sastra 2013 dari Dewan Kesenian Jakarta, Pemenang Buku pilihan Tempo 2016 lewat karya ‘Kiat Sukses Hancur Lebur’, dan Publikasi Seni Terbaik di Art Stage Jakarta 2017 lewat karya ‘Sejarah estetika.’

Ia penulis yang produktif. Lebih dari lima buku sudah ia publikasikan ke khalayak. Misalnya Materialisme Dialektis, Mencari Marxisme, Sejarah Estetika, Alan Badiou dan Masa Depan Marxisme, Sejarah Pemikiran Politik, dan Kiat Sukses Hancur Lebur. Di tengah kesibukannya menulis, Martin tak lupa meluangkan waktu untuk bermain. Ia ternyata seorang gamers tulen, bahkan ia sangat hafal nama-nama game yang ia mainkan.

Di tengah rendahnya minat baca di Indonesia, komitmennya dalam dunia tulis-menulis patut kita apresiasi bersama. Nah, supaya nggak kelamaan, yuk kita simak wawancara Berisik.id bersama Martin Suryajaya!

Halo Kak Martin! Gimana nih, kabarnya?
Halo juga. Kabarnya biasa aja, sih.

Kalau boleh tahu, Kak Martin sekarang lagi sibuk apa ya?
Lagi baca buku asyik, judulnya Principia Mathematica karangan Bertrand Russell. Ceritanya soal gimana bayi Matematika dilahirkan dari ibu Filsafat dengan bantuan dukun Logika. Seru bangettt. Baca deh, pasti penasaran sampe susah tidur.

Sejak kapan sih, Kak Martin suka menulis? Bisa diceritakan enggak prosesnya?
Dulu waktu SD aku suka nulis cerita-cerita pendek yang idenya diambil dari gamegame PS, tapi tokohnya kuganti nama temen-temen sekelas, ceritanya juga diubah-ubah dikit. Cerita-cerita itu terus aku puterin di kelas buat dibaca temen-temen pas jam pelajaran. Mereka terus minta dibikinin cerita baru atau ikut nyumbang ide cerita, ntar aku tulisin. Ada tiga buku tulis penuh cerita-cerita macem itu dari masa SD. Mungkin mulainya dari situ, ya.

Mengapa Kak Martin memilih untuk menulis filsafat? Padahal kan, filsafat itu njelimet dan nggak semua orang mau membacanya. Hehe.
Suka aja, sih. Sebenernya aku suka sama topik-topik filsafat sejak SMP. Misalnya: kenapa dunia ini ada; apa itu baik; apa itu buruk; di luar jawaban-jawaban standar yang dikasih orang-orang. Cuma aku belum tahu itu namanya filsafat. Baru waktu SMA, aku ketemu sama guru lulusan sekolah filsafat yang suka diskusi soal-soal kaya gitu. Nah, dari situlah aku tau ada ilmu namanya filsafat dan langsung kepengin ngambil jurusan filsafat buat kuliah. Waktu akhirnya aku kuliah filsafat di STF Driyarkara, Jakarta, mulai deh nulis naskah-naskah filsafat. Awalnya buat belajar. Aku ngerasa metode belajar paling enak adalah dengan nulisin apa yang kita baca. Jadi kebiasaan nulis filsafat secara sistematis dimulai di situ.

Selain menulis filsafat, Kak Martin juga menulis sastra di buku Kiat Sukses Hancur Lebur. Selanjutnya Kak Martin pengin menulis tema apa lagi?

Matematika kayanya asyik juga. Terutama logika matematika atau apa yang kadang disebut sebagai “metamatematika”. Salah satu pertanyaan di bidang itu yang bikin aku tertarik, misalnya: “Dalam dunia di mana x tidak ada, apakah x sama dengan x?” Coba bayangin suatu dunia di mana benda yang bernama x itu tidak ada. Nah, di dunia itu, apakah x = x? Gimana coba jawabnya? Itu metamatematika. Seruuu kaaan ….

Kira-kira Kak Martin tertarik nggak untuk menulis tema-tema remaja Indonesia yang suka banget dengan budaya populer?
Tertarik, sih. Novel Kiat Sukses Hancur Lebur itu kan, banyak ngambil dari budaya pop kekinian.

Kak Martin termasuk penulis muda yang produktif di Indonesia. Total sudah ada lebih dari 5 buku yang kakak tulis. Gimana sih, Kak, cara dan metode agar tetap konsisten menulis?
Menulis itu soal disiplin. Untuk buku-buku non-fiksi, kalo lagi nggak ada pekerjaan lain, aku biasa pakai jadwal nulis: pagi sampe siang nulis, sore istirahat, malem lanjut lagi sampai tidur. Orang bilang disiplin itu susah, nggak enak, menyiksa diri, dsb. Tapi buatku nggak juga. Tergantung kita suka atau nggak sama hal yang mau kita kerjain. Kalo kita dasarnya suka nulis filsafat, hidup terjadwal kaya gitu malah enak. Yang nggak enak, menyiksa diri, dsb. itu justru kalo pas aku nggak bisa nulis (karena ada kewajiban lain). Jadi satu-satunya cara biar kita bisa konsisten nulis ya kita mesti suka dulu sama apa yang mau kita tulis. Kalo nggak ya pake metode jungkir-balik sekalipun kagak bakal jadi itu tulisan.

Kalau lagi bosen nulis atau sedang deadlock nggak punya ide, apa sih, yang dilakukan Kak Martin untuk mengatasi itu semua?
Biasanya main game sih, game PC. Kadang survival sims, roguelike, macem-macem game indie, sering juga MMORPG gede kaya Ragnarok (dulu) atau Tree of Savior (sekarang). Atau kalau pas lagi nostalgia sama PS, Sega, atau Snes, ya main emulator di PC. Biasanya kalo suntuk setelah jadwal nulis berbulan-bulan, aku rehat dengan main game sebulan, bener-bener nggak mikir tulisan, sampai akhirnya dorongan untuk nulis muncul lagi dan aku nggak akan bisa ngapa-ngapain sebelum balik nulis lagi. Kalau dorongan itu muncul, berarti itu saatnya kembali ke dunia tulis-menulis.

Bisa dikatakan Kak Martin termasuk penulis top Indonesia. Hehe. Kalau boleh tahu, bagaimana sih, metode Kak Martin dalam mendistribusikan karyanya agar pembaca dengan mudah menikmati karya Kak Martin?
Ya nggak top lah. Mana pernah tulisanku terbit di media gede? Hehehe. Soal distribusi karya, tergantung tujuan sama target pembacanya, sih. Kalo tujuannya mau nyampein hal yang populer dan target pembaca seluas-luasnya, ya terbitin di media online. Kalo tujuannya mau nyampein hal yang spesifik, sistematis, dan panjang, dengan target pembaca tertentu, ya terbitin sebagai buku.

Kak Martin dulu waktu masih remaja cita-citanya jadi apa sih, kalau boleh tahu?
Dulu aku rasanya nggak punya cita-cita, deh.

Menurut pendapat Kak Martin, bisa nggak sih, menulis itu dijadikan profesi atau pekerjaan utama?
Bisa aja kalau kita mau jadi penulis populer yang niatnya memang mau bikin novel-novel best seller atau bacaan ringan yang dibaca jutaan orang. Tapi kalau niatnya mau nulis hanya apa yang menurut kita benar atau betul-betul berharga buat hidup, ya pasti susah ngandalin pemasukan dari dunia penulisan aja. Mesti kerja serabutan juga. Justru di situ asyiknya. Justru di situ ujiannya.

Di beberapa kesempatan wawancara dengan media lain, Kak Martin bilang kalau profesi seni rupa lebih menjanjikan ketimbang menjadi penulis. Lalu gimana caranya penulis itu mendapatkan pendapatan yang besar? Hehe, maaf kepo ya, Kak ….
Kekayaan sastrawan terkaya di Indonesia nggak akan ada sepersepuluhnya dibanding perupa kita yang paling kaya. Udah deh. Kalau memang mau jadi penulis, jangan mikir gimana caranya bisa kaya. Kalau mau kaya, jadilah pedagang, koruptor, tengkulak, atau lintah darat. Setiap penulis itu pasti punya saudara kembar, namanya “Ketidakmenentuan”. Kadang kenyang, kadang lapar. Kadang senang, lebih sering lagi susah. Inilah yang dulu pernah disebut Bung Karno: vivere pericoloso alias “hidup menyerempet bahaya”.

Saat memilih profesi menjadi penulis, gimana dulu respons orang tua Kak Martin atau calon mertua terkait hal ini? Coba dong, diceritain Kak. Hehehe.
Bokap sih, santai-santai aja, soalnya dia pelukis. Nyokap sempet kuatir, tapi karena Bokap santai aja, ya mau gimana lagi. Kalau calon mertua sih, awalnya bingung, tapi lama-lama pasrah.

Sebentar lagi kan tahun baru ya, Kak. Target apa sih, yang ingin Kak Martin capai pada tahun 2018?
Tahun 2018 nanti aku pengin makan soto. Selain itu, aku pengin juga bisa mulai penulisan naskah buku yang sudah kurancang sejak lama, Principia Logica.

Bagaimana pesan dan kesan Kak Martin untuk remaja Indonesia yang pengin berkarya dengan cara menulis atau berkarya di bidang lainnya?
Kerjain yang kita memang suka. Jangan takut ambil risiko. Hajar aja dulu, minta maaf belakangan. “Kalau ada yang salah ya, sorry …”

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: MARTIN SURYAJAYA: MENULIS ITU SOAL KEDISIPLINAN!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/martin-suryajaya-menulis-itu-soal-kedisiplinan/