MENULIS JADWAL KEGIATAN, PERLU NGGAK, YA?

 In Opini
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Dok. Faradila Nurbaiti

Masa muda (baca: remaja) adalah masa-masa emas bagi kebanyakan orang. Ketika seseorang memasuki usia remaja berarti ia memasuki fase yang aktif dan (kalau bisa harus) produktif. Rasa sadar akan kepribadian dalam diri seseorang mulai timbul pada usia remaja. Pada masa remaja itulah seseorang mulai bisa mengenali dirinya sendiri dengan cara berani menentukan apa yang menjadi keinginannya, apa yang akan dilakukannya, apa yang baik dan buruk untuk dirinya, serta memilih pola kehidupan seperti apa yang akan dan harus dijalaninya.

Pada masa remaja itu juga, biasanya terdapat banyak sekali kegiatan atau hal yang mulai mereka lihat, rasa, atau dengar, yang kemudian menimbulkan rasa untuk ikut mencoba dan melakukannya. Nah, dengan banyaknya kegiatan yang akan dilakukan itu, ada satu hal yang menurut saya cukup penting untuk dilakukan, yaitu menulis catatan berupa jadwal kegiatan harian (istilah yang ‘lebih remaja’ mungkin schedule, planning, atau to-do list). Berdasarkan riset sederhana yang saya lakukan, 10 dari 11 remaja cukup senang membuat catatan berupa jadwal kegiatan harian.

Cara yang mereka lakukan saat mencatat jadwal ternyata bermacam-macam. Misalnya, jadwal dibuat untuk jangka waktu yang lama, seperti jadwal kegiatan selama satu minggu atau selama satu semester sekaligus. Cara lainnya, catatan jadwal kegiatan juga bisa dibuat pada hari yang sama saat kegiatan-kegiatan itu akan dilakukan. Atau juga, catatan jadwal dapat dibuat satu hari sebelum kegiatan akan dilakukan. Nah, berdasarkan hasil dari riset, cara terakhir adalah cara yang paling banyak mereka gunakan.

Media yang mereka gunakan untuk mencatat pun cukup banyak. Mereka dapat mencatat jadwal kegiatan harian yang akan mereka lakukan di buku agenda, selembar kertas, notes yang ada di laptop, sticky notes, memo yang ada di HP, bahkan mencatatnya di dalam ingatan (ini untuk mereka yang ingatannya sangat tajam ya, hehehe). Berdasarkan hasil riset juga, kebanyakan memilih untuk mencatat jadwal kegiatan harian di memo HP. Ini cukup masuk akal, sih. Saat ini, HP memang menjadi perangkat yang terhitung paling mudah untuk dijangkau, khususnya untuk remaja, dan hampir selalu dibawa serta diakses setiap saat. Membawa-bawa selembar kertas catatan mungkin dianggap lebih rawan untuk hilang atau terselip dibandingkan dengan membawa HP. Begitu juga mencatat di buku agenda atau di notes laptop mungkin dirasa nggak semudah membawa HP yang hanya tinggal disimpan di dalam saku saja.

Ada beberapa hal yang menjadi alasan para remaja membuat catatan jadwal kegiatan. Hal pertama yang menjadi alasan mereka adalah agar tidak lupa. Ini mungkin berlaku bagi mereka yang nggak memiliki ingatan cukup tajam, atau memang terbiasa untuk menulis dan membuat rencana. Alasan membuat catatan jadwal yang kedua adalah agar kegiatan dapat lebih teratur, tertata, dan terjadwal. Alasan yang berikutnya adalah agar tidak bingung. Nah, ini juga mungkin berlaku bagi mereka yang memang terbiasa mencatat rencana kegiatan yang akan dilakukan, sehingga ketika nggak membuat catatan jadi merasa bingung bahkan nggak tahu apa yang harus dilakukan. Selain itu, dengan menulis catatan, mereka merasa terbantu dan lebih mudah untuk menyusun jadwal apa saja yang akan mereka lakukan. Alasan terakhir yang juga sangat saya setujui adalah agar target yang ingin dicapai bisa terpenuhi. Menulis catatan berupa rencana kegiatan yang akan dilakukan dapat memberikan sugesti kepada diri sendiri untuk lebih aktif bergerak, produktif, serta memenuhi apa yang telah ditulis dan direncanakan.

Dok. Faradila Nurbaiti

Berdasarkan riset sederhana juga, ada beberapa manfaat yang dirasakan oleh para pembuat catatan jadwal kegiatan harian. Nah, beberapa manfaat itu adalah sebagai berikut.

Lebih Tertata dan Teratur
Dengan membuat catatan berupa jadwal kegiatan atau rencana kegiatan yang akan dilakukan, kebanyakan remaja merasa bahwa waktu dan hidup mereka lebih tertata serta teratur. Selain itu, dengan adanya catatan, aktivitas dan rencana kegiatan pun menjadi lebih teratur. Dengan adanya catatan, mereka dapat melakukan persiapan dengan baik dan dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal karena kegiatan terlaksana sesuai dengan jadwal atau rencana yang telah dibuat.

Tepat Sasaran
Menulis catatan berupa jadwal kegiatan dapat menaikkan tingkat kesuksesan sebuah rencana. Kegiatan yang telah direncanakan (dengan ditulis) lebih berpotensi untuk dapat terlaksana daripada kegiatan yang nggak dituliskan. Oleh karena itu, menulis catatan dapat menjadikan kita lebih tepat pada sasaran atau target yang memang ingin dituju. Akan tetapi, satu orang dengan lainnya nggak mesti sama, ya. Ada juga orang-orang yang bisa melakukan sesuatu secara spontan (tanpa membuat rencana atau menulis catatan) bahkan dengan hasil yang tetap maksimal.

Lebih Terarah
Sama seperti manfaat yang pertama, menulis catatan dapat membantu agar kegiatan yang akan dilakukan lebih terarah dan nggak meleset secara berlebihan.

Dapat Mengatur Waktu
Dengan adanya catatan, kita dapat tersugesti untuk melakukan kegiatan sesuai dengan waktu serta rencana yang sudah disusun. Dengan melakukan kegiatan tepat waktu, maka kita akan lebih terbiasa untuk mengatur baik-baik 24 jam sehari yang kita miliki akan kita gunakan untuk apa saja.

Khusus untuk yang membuat catatan satu hari sebelumnya, kita bisa lebih fleksibel
Salah satu cara membuat catatan rencana adalah dituliskan satu hari sebelumnya. Biasanya, mereka yang membuat catatan satu hari sebelumnya nggak hanya terpaku pada catatan yang sudah dibuat. Jadi, mereka bisa menambah catatan rencana jika memang ada agenda baru. Kalau kata salah seorang teman, “sebenarnya kita itu bisa melebihi apa yang kita rencanakan….”

Melalui tulisan ini, menurut saya, yang perlu dijadikan catatan adalah bukan seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, melainkan manfaat dan kualitas suatu kegiatan yang akan, sedang, atau telah kita lakukan itu. Dengan kegiatan yang berkualitas dan berguna, maka waktu, tenaga, atau semua jenis modal yang kita alokasikan nggak terasa percuma atau sia-sia. Tentu saja, kualitas dan manfaat kegiatan itu sifatnya bisa relatif, bahkan subjektif, juga lho, ya. Hehehe.

Apa pun cara dan media yang digunakan, menurut saya membuat catatan jadwal kegiatan harian rasanya cukup penting dan berguna. Mungkin nggak hanya itu. Catatan harian seperti diary, blog, atau catatan-catatan lainnya juga dapat kita buat dan kreasikan sesuai keinginan. Karena, jika kita mengingat kutipan dari Bapak Pramoedya…

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Nah, kalau menurut kalian, seberapa penting sih, membuat catatan jadwal kegiatan harian? Kalau menurut saya, dari angka 0-100, saya beri angka 100 deh, untuk membuat catatan kegiatan harian. Yuk, mulai menulis dan mencatat!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: MENULIS JADWAL KEGIATAN, PERLU NGGAK, YA?!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/menulis-jadwal-kegiatan-perlu-nggak-ya/