MUSIK PENDIDIKAN: UPAYA ALTERNATIF MENGGALI KREATIVITAS ANAK

 In Opini
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Berbeda dengan Pendidikan Musik, titik pijak Musik Pendidikan adalah bagaimana anak dapat merasakan dan mengalami musik.

musik-pendidikan

Dok. Selamat Pagi

Pendidikan pada dasarnya merupakan kebutuhan primer bagi manusia pada masa yang serba modern ini. Tugas utama pendidikan adalah upaya untuk ‘memanusiakan’ manusia. Pendidikan sudah seharusnya dapat mengakomodasi segala potensi masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan belajar-mengajar, khususnya secara formal, dengan tujuan dapat menghasilkan generasi penerus yang cerdas, bermoral, dan khususnya kreatif secara kontinu.

Penanaman sifat kreatif sejatinya sudah ada sejak pendidikan usia dini. Harus ada upaya dalam mengakomodasi aspek kreatif anak-anak, seperti mata pelajaran yang berkaitan dengan bidang seni tertentu, misalnya musik. Pendidikan musik yang berlaku untuk dunia pendidikan di Indonesia masih sebatas pengenalan hal notasi dan memainkan alat musik, sedangkan pembelajaran rasa musikalnya seringkali terabaikan.

Pada dasarnya terdapat beberapa landasan teori tentang musik dalam dunia pendidikan. Ada yang disebut dengan Musik Pendidikan (music and education) dan Pendidikan Musik (music education). Pendidikan Musik menitikberatkan pada kemampuan-kemampuan anak untuk menguasai alat musik, sedangkan titik pijak Musik Pendidikan adalah bagaimana anak dapat merasakan dan mengalami musik.

Melalui musik sebagai alternatif, anak-anak dapat memahami pentingnya sebuah kerja sama, saling berempati, bertukar rasa, belajar mengalah, dan pengembangan berbagai kemampuan antarpribadi dan interpribadi lainnya 1).

Perhatian ditujukan pada bagaimana anak-anak memiliki kepekaan terhadap elemen-elemen musik dan memberikan kesempatan pada anak untuk berkreasi serta merasa bahwa dirinya berarti. Artinya, bagaimana musik dapat menjadi cara dalam menggali kreativitas itu pada tingkat yang lebih serius dalam dunia pendidikan.

Tradisi dunia pendidikan kita ialah kemampuan intelektual yang selalu menjadi ukuran pasti dalam proses pembelajaran, yang nantinya kecerdasan semacam ini akan berorientasi pada bidang pekerjaan tertentu, seperti bankir, politisi, ataupun aparatur negara. Akibatnya, banyak sekolah cenderung berlomba meningkatkan aspek intelektual siswa-siswinya walaupun seringkali gagal dalam mengembangkan perkembangan kreativitasnya.

Seberapa penting kreativitas musikal dalam proses pembelajaran? Menurut Deliege dan Sloboda (1997), anak-anak peka terhadap harmoni, cepat lambatnya lagu (yang merupakan cerminan dari tempo dalam musik), dan peka terhadap dinamika.

Pernyataan tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa anak-anak peka terhadap unsur-unsur musikal yang menuntun mereka pada proses kreatif serta keinginan untuk berkreasi. Inilah yang disebut dengan kecerdasan musikal yang dapat mengembangkan sensitivitas, kredibilitas, karakteristik, dan rasa empati untuk anak-anak. Di samping itu, kecerdasan musikal dapat memberikan sumbangsih yang bermakna terhadap keberadaan dan interaksi seseorang di tengah lingkungannya.

Apabila sedikit berbicara pada wilayah psikologi, seni merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri, tindakan, sikap, atau menyampaikan gagasan, baik dari sisi mental maupun emosi. Menurut Bambang Sugiharto (2013)2), seni bisa menjadi alternatif untuk siapa saja dalam merefleksikan segala hal.

Sementara, pengembangan terhadap rasa seni (taste of art) akan membantu pembentukan komunikasi verbal dan nonverbal sehingga dapat mencapai usaha belajar yang optimal. Karena seni memberikan kesempatan untuk mengekspresikan segala hal yang tidak terucapkan, maka musik memberikan kesempatan untuk membunyikan segala hal yang tidak terbunyikan.

Anak-anak diberikan porsi untuk mengekspresikan diri mereka dan kesempatan untuk berkreasi demi menunjang emosi, mental, serta aspek kreatif melalui musik sebagai alternatifnya.

Ironis apabila dunia pendidikan kita memenjarakan aspek kreativitas demi mengutamakan kemampuan intelektual belaka. Pembentukan kemampuan tersebut terkesan berorientasi pada kesempatan-kesempatan kerja di masa mendatang.

Pendidikan ‘memanusiakan’ manusia, menggali potensi, dan mempunyai peran penting dalam nilai-nilai bermasyarakat, bukan sebagai pemasok tenaga kerja. Hal tersebut tentu tidak mengakomodasi segala potensi yang dimiliki seorang anak. Pada gilirannya, hal itu akan membuat generasi penerus yang mandek kreativitas, tidak imajinatif, kaku, dan konservatif.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

CATATAN KAKI   [ + ]

1. Tyasrinestu, Foturnata. “Catatan Kecil Kreativitas Pada Musik Pendidikan”. Makalah seminar. 2014. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia.
2. Sugiharto, Bambang (ed.). Untuk apa Seni?. 2013. Pustaka Matahari.
X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: MUSIK PENDIDIKAN: UPAYA ALTERNATIF MENGGALI KREATIVITAS ANAK!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/musik-pendidikan-upaya-alternatif-menggali-kreativitas-anak/