ORANG MUDA MENGUBAH TATANAN

 In Ulasan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Mereka belajar untuk tegar, berani, dan cerdik. Seperti subjudul buku ini, Bagaimana Keberaniaan, Ketegaran, dan Kecerdikan Dapat Mengubah Dunia.

tindakankecilperlawanan-insistpress.com_feature
Dok. insistpress.com

Judul                :  Tindakan-Tindakan Kecil Perlawanan: Bagaimana Keberanian, Ketegaran, dan Kecerdikan Dapat Mengubah Dunia
Penulis             :  Steve Crawshaw & John Jakcson
Penerjemah     :  Roem Topatimasang
Penerbit           :  Insist Press
Tahun Terbit  :  2015

Menyimak 80-an cerita dalam buku Tindakan-Tindakan Kecil Perlawanan: Bagaimana Keberanian, Ketegaran, dan Kecerdikan Dapat Mengubah Dunia yang terdiri atas 15 judul cerita utama, membuat saya terkagum-kagum. Bagaimana tidak, apa yang dilakukan oleh “orang biasa” yang melawan kekuasaan lengkap dengan persenjataan dilakukan dengan hal-hal yang sederhana. Mereka bermodalkan keberaniaan, ketegaran, kecerdikan, tanpa senjata, dan dengan hal-hal sederhana yang dilakukan, yang kemudian membuahkan hasil. Menariknya, hampir dalam setiap cerita ditampilkan adanya peran orang muda.

Hal ini ditunjukkan dalam cerita berjudul “Perempuan Bilang, Tidak!”. Sudah menjadi konsumsi publik mengenai kondisi perempuan yang diposisikan sebagai warga negara kelas dua. Dalam banyak pengambilan kebijakaan atau keputusan, kaum perempuan kerap diabaikan. Hal ini menjadikan hak-hak dasar perempuan tercerabut. Misalnya soal hak untuk memperoleh kedamaian dan keamanan. Remaja perempuan di sebuah kota di Kolombia menjadi contoh bagaimana mereka—dengan hal-hal sederhana—merebut hak-hak dasar mereka sendiri.

Atas dasar meningkatnya pertarungan jalanan yang melibatkan antarkelompok gengstar di Kolombia membuat kehidupan di sana tidak lagi aman. Kota seolah-olah hanya untuk laki-laki petarung jalanan. Hal itu membuat geram para remaja perempuan di sana. Hingga pada akhirnya remaja perempuan memiliki cara agar pertarungan jalanan tersebut berakhir. Caranya sederhana, yaitu dengan memutuskan hubungan dengan pacar mereka yang terbukti mengikuti pertarungan jalanan.

Selain itu, mengubah citra laki-laki idaman dari yang perkasa di jalanan—dengan pertarungan jalanannya—diubahnya menjadi laki-laki yang menjaga rasa kedamiaan. Hal tersebut membuat kelimpungan para remaja laki-laki di Kolombia. Pasalnya, mayoritas remaja perempuan di sana menyepakati hal tersebut sehingga pertarungan jalanan pun hilang. Para laki-laki lebih memilih menuruti pacar mereka daripada kehilangan pacar atau menjomblo dalam jangka waktu yang lama.

Kenyataannya, sejarah ditulis oleh pemenang. Dalam setiap perlawanan, mereka yang dengan sadar atas kenyataan tersebut harus menerima jika mereka kalah dan sejarah akan menghapuskan setiap keringat yang menetes. Bahkan, sejarah dapat memberi catatan atas perlawanan mereka dengan warna-warni yang berlabel negatif.

Akan tetapi, orang muda manakah yang peduli dengan itu semua? Mereka tak berharap akan dicatat oleh sejarah. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Milan Hlavsa, punggawa The Plactic People of the Universe dalam judul cerita “Mengorganisir Keseniaan”. Mereka adalah kelompok band yang meroket karena dimusuhi oleh penguasa Cekoslowakia. Lirik-lirik dari lagu mereka bahkan tidak terlihat politis. Hanya karena penampilan yang berbeda, mereka dianggap nihilis dan merusak moral.

Band yang semuanya diisi oleh orang muda ini akhirnya dilarang oleh penguasa. Namun, mereka tetap nekat, hingga pada akhirnya konser mereka pada 17 Maret 1976 dibubarkan polisi, penonton dipukuli, dan personel band dimejahijaukan. Band yang mengidolakan  Andy Warhol dan Valvet Underground—band Rock asal New York—akhirnya diganjar 13 tahun penjara.

Insiden tersebut memantik kemuakan masyarakat luas, bahkan para orang tua yang sebelumnya enggan membicarakan politik. Pemenjaraan The Plactic People of the Universe bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah awal. Hingga kemudian muncul Piagam 77  setelah pemenjaraan The Plactic People of the Universe pada 1977. Piagam tersebut sebagai protes atas pembatasan kebebasan berpendapat dan berekspresi oleh pemerintah Cekoslowakia.

Pada akhirnya, lonceng berbunyi, tanda cerita berakhir bagi rezim otoritarian Cekoslowakia pada 1989. Pemimpin yang terpilih adalah salah satu pembangkang yang mengidolakan The Plactic People of the Universe. Di istana negara, Milan Hlavsa, sang vokalis diundang untuk bernyanyi merayakan kemangan perlawanan tersebut. Ia bercerita bahwa pada mulanya tidak ada pikiran untuk menyerang dan menjungkalkan penguasa otoritarian.

Mereka bermusik untuk menghibur diri, lebih-lebih menghibur masyarakat luas. Tak ada niatan untuk dicatat oleh sejarah. Mereka hidup untuk berkarya dan untuk hari ini. Begitulah naluri orang muda. Mereka belajar untuk tegar, berani, dan cerdik. Seperti subjudul buku ini, Bagaimana Keberaniaan, Ketegaran, dan Kecerdikan Dapat Mengubah Dunia.

Contoh lain datang dari orang muda Iran, Neda Agha-Solton, seorang perempuan berusia 26 tahun yang meregang nyawa di Teheran karena memprotes pemerintah yang konservatif-otoritarian. Sebelumnya, ia pamit kepada ibunya, “Kalau saya tak keluar ke sana, siapa lagi?” katanya. Neda—seperti arti namanya, yaitu suara dalam bahasa Persia—punya keinginan untuk menjadi penyanyi, tapi rezim melarang seorang perempuan bernyanyi di depan umum.

Neda dengan suaranya menjadi pemantik api perlawanan warga Iran. Neda yang mengidolakan Googoosh—seorang penyanyi perempuan Iran—yang ketenarannya setara dengan bintang dunia seperti Elvis Preasly, Marilyn Monroe, dan The Beatles, juga menjadi korban dari pembatasan kebebasan berpendapat serta berekspresi. Googoosh pun ketika bernyanyi harus pergi ke luar negeri.

Ketidakadilan dan pembatasan berpendapat serta berekspresi merupakan suatu kegelisahan tersendiri. Sesuatu yang tidak bisa diterima begitu saja hingga memantik jiwa-jiwa muda untuk bertindak dan melawannya. Bukan dengan sesuatu yang rumit dan besar, melainkan dengan sesuatu yang sederhana, yang bisa dilakukan segera. Seperti halnya ceita-ceirta dalam buku ini.

Saya banyak belajar dari cerita-cerita dalam buku ini yang disusun dengan sederhana dan tidak rumit, tetapi konteksnya mudah ditemukan. Karena dihimpun dari beragam perlawanan di seluruh penjuru dunia dan dari beragam lintasan sejarah, penerjemahan buku ini menambahkan beberapa catatan agar pembaca dapat dengan mudah menemukan konteksnya. Hal tersebut sangat membantu. Bahasa populer yang digunakan pun mudahkan untuk dipahami. Kiranya orang muda di seluruh penjuru negeri perlu untuk membaca buku ini.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: ORANG MUDA MENGUBAH TATANAN!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/orang-muda-mengubah-tatanan/