ROFA LUNCURKAN VIDEO LIRIK “RINDU KANJENG NABI”

 In Ulasan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Lagu tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk menangkal dan membentengi diri dari paham radikalisme yang akhir-akhir ini marak terjadi dan tidak banyak yang dilakukan oleh anak muda.

rofa-band-web

Dok. Musik Jogja

Suasana kota Madinah, Arab Saudi, dijadikan sebagai latar video lirik dari single terbaru band Pop asal Yogyakarta, Rofa. Lagu ini adalah bentuk penghormatan untuk almarhum Tuan Guru Ijai, seorang ulama besar yang sudah mendunia dan juga Wali Allah lainnya di muka bumi. Unit pop religi kekinian ini dalam proses pengaryaannya tidaklah sendiri. Bersama Sheila On7, The Finest Three, Alter Ego, dan juga berbagai musisi Yogyakarta lainnya, Rofa berkolaborasi dalam menghadirkan lagu dengan judul “Rindu Kanjeng Nabi” ini.

Inspirasi utama dalam pembuatan lagu ini adalah kisah Imam Busyiri. KH Muhammad Fuad Riyadi (Gus Fuad Plered), pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah, sebagai motor dari Rofa Band bercerita tentang Imam Busyiri, seorang syufi masyhur yang dalam perjalanannya pernah sakit lumpuh parah. Setelah beberapa lama mengidap lumpuh terebut, beliau mendapat ilham agar penyakitnya dapat diangkat oleh Allah Swt. Ilham tersebut adalah membuat syair-syair pujian untuk Rasulullah saw. agar doanya dapat dikabulkan oleh Allah Swt, yang kemudian dikenal dengan Maulid Burdah.

Kesungguhan Busyiri seolah didengar oleh Rasulullah saw. Pada suatu malam, ketika masih dalam keadaan lumpuh, beliau tertidur di atas tempat tidurnya sambil menulis syair-syair pujian. Dalam tidurnya, beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw. Dalam mimpinya, Rasulullah saw. sempat mengoreksi beberapa syair pujian yang dibuat dan juga menambahkan dua bait dalam pujian tersebut. Tidak hanya itu, Busyiri juga sempat merasakan tubuhnya diusap sembari diselimuti. Ketika bangun dari tidurnya, betapa terkejutnya Busyiri. Dengan kuasa Allah Swt, beliau tidak lagi merasakan sakit, bahkan lumpuhnya juga hilang.

“Dari kisah itu, saya ingin membagikan keberkahan selawat dan semua unsur yang terkandung di dalamnya kepada semua orang, terutama untuk generasi muda milenial melalui lagu ‘Rindu Kanjeng Nabi’ ini,” ujar Gus Fuad.

Ada dua hal utama yang ingin disampaikan Gus Fuad melalui Rofa Band dan juga single terbarunya. Yang pertama adalah lagu tersebut dapat menjadi asupan positif bagi generasi milenial. Selain itu, lagu tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk menangkal dan membentengi diri dari paham radikalisme yang akhir-akhir ini marak terjadi dan tidak banyak yang dilakukan oleh anak muda.

“Musik itu kan, media yang paling bisa diterima buat anak muda, apalagi untuk generasi milenial. Dan selawat itu bagi saya adalah amalan dahsyat yang sangat bisa diterapkan dalam nada dan irama. Jadi, anak-anak muda yang mau menghafal dan menyanyikan ‘Rindu Kanjeng Nabi’ itu sebenarnya sudah sama seperti berselawat, tapi dalam bahasa Indonesia,” papar Gus Fuad.

Pengaryaan “Rindu Kanjeng Nabi” juga tidak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan oleh Rofa band dengan musisi lain. Salah satunya adalah dengan additional player dari Sheila On7, Tomo Widayat. Didapuk sebagai music director, kepiawaian dan pengalamannya dalam bermusik mampu membuat tata suara yang ada di lagu tersebut menjadi lebih tebal daripada album perdana yang sempat dirilis beberapa waktu lalu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: ROFA LUNCURKAN VIDEO LIRIK “RINDU KANJENG NABI”!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/rofa-luncurkan-video-lirik-rindu-kanjeng-nabi/