SELAMAT PAGI VOL. 17: TEPI SUNGAI MENJADI SAKSI BERKREASI

 In Liputan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Dok. Yoga LGY

Pemandangan sawah hijau yang menyegarkan mata dan diiringi kicauan burung di tepi sungai menambah sejuk suasana pada Minggu (28/1) pagi itu. Hiruk pikuk panitia Selamat Pagi terlihat jelas. Mereka tengah mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Sembari menikmati secangkir kopi hangat, saya memperhatikan dari kursi kayu tempat saya duduk, penonton yang satu per satu menghampiri panggung tepi sungai beserta segala riuhnya persiapan yang dilakukan panitia Selamat Pagi Vol. 17.

Selamat Pagi digagas sejak tahun 2015 dan diadakan setiap dua bulan sekali tepat pada hari Minggu pagi di Yayasan Kampung Halaman, Yogyakarta. Selamat Pagi saat ini sudah memasuki volume ke-17. Selamat Pagi merupakan laboratorium anak muda untuk berbagi informasi, eksistensi, dan jaringan dalam mengembangkan potensinya sehingga dapat menciptakan inisiatif baru dan berdaya bersama.

Diawali dengan persembahan dari Ruang Riang, gerakan-gerakan tubuh nan lincah dari siswa-siswi SDN Krapyak 1 Sleman Yogyakarta, yang dipadu dengan alunan musik, menambah moleknya pembukaan acara pada hari itu. Dengan dipandu oleh pembawa acara, Ichi dan Kevin, Made selaku fasilitator Ruang Riang menyampaikan alasannya membawakan sebuah pertunjukan tari kontemporer dalam acara Selamat Pagi Vol. 17 kali itu.

“Sebenarnya tarian ini bertujuan untuk mengajak anak-anak dan remaja untuk mencapai cita-cita yang diimpikan setinggi mungkin, makanya kami memberi nama pertunjukan ini ‘Mimpiku’. Senang rasanya anak-anak mau untuk melestarikan budaya.” tuturnya yang kala itu mengenakan atasan hitam dipadu dengan bawahan jarik dan rambut diikat dua.

Dok. Yoga LGY

Tentunya tidak hanya penampilan dari anak-anak yang membuat para penonton tertarik untuk mengikuti jalannya acara sampai selesai. Selang beberapa menit setelah penampilan tari kontemporer yang konon katanya sudah berhasil mendapatkan panggung di kancah Internasional tersebut, saya memutuskan untuk beranjak dari tempat saya berdiam diri semula. Saya memutuskan untuk turun dan duduk lesehan di tikar bersama para penonton lainnya, kemudian menikmati acara selanjutnya berlangsung.

Di bawah pohon rindang yang ada di tepi sungai merupakan sebuah tempat yang apik untuk berdiam diri, namun ada hal berbeda yang disuguhkan di sini. Yayasan Kampung Halaman menyulap tempat itu menjadi salah satu tempat yang menghasilkan pertunjukan untuk dinikmati oleh semua khalayak. Tidak jauh dari tepi sungai, terpampang deretan-deretan lapak makanan dan minuman. Tidak hanya pertunjukan yang disuguhkan, namun lapak-lapak usaha juga dihadirkan untuk turut serta dalam memeriahkan acara Selamat Pagi pagi itu.

Panggung tepi sungai merupakan sebuah ruang yang menghadirkan musisi muda dari Yogyakarta dan sekitarnya untuk berbagi gagasan serta informasi melalui karya dengan media musik. Diawali dari penampilan Juan Kolemar yang membawakan enam buah lagu, yang beberapa di antaranya adalah hasil ciptaannya sendiri. Disambut dengan riuhnya tepuk tangan penonton, pria yang akrab disapa Juan itu menceritakan alasan terciptanya lagu Tempat Sampah yang penggalan liriknya mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak membuang sampah sembarangan agar dunia menjadi lebih indah.

Setelah Juan Kolemar, penampilan berikutnya adalah Fis Duo yang baru saja selesai manggung di Semarang dan langsung menuju Yogyakarta untuk manggung di Selamat Pagi. Tiga lagu berhasil mereka nyanyikan di hadapan penonton. Dengan riuhnya tepuk tangan dari penonton menutup penampilan dari band yang digagas oleh pasangan suami istri tersebut. Tak kalah dari penampilan-penampilan sebelumnya, putra kedua sang penyair, Wiji Thukul, juga turut hadir menampilkan karya-karya musik terbaiknya. Fajar Merah, begitulah ia kerap disapa, menghibur penonton dengan penampilan solonya.

Selain Panggung Tepi Sungai, Selamat Pagi Vol. 17 juga menghadirkan Ruang Karya Academy Olimpiade dan Kharisma, serta Studio Kelanduan yang mengadakan “Mural dan Workshop Kolase Zine” oleh Academy Olimpiade.

Dok. Yoga LGY

Cuaca siang hari itu sedang sumringah. Hal itu terbukti dengan penampilan dari musisi JB Blues yang mampu membuat penonton terkagum-kagum dengan alunan musik yang mereka bawakan. Tak jarang penonton berteriak “Lagi … Lagi …” setelah lagu yang mereka bawakan selesai. Band beranggotakan delapan personel ini juga menutup penampilan dengan sorak dan tepuk tangan penonton. Panggung tepi sungai Selamat Pagi Vol. 17 hari itu ditutup dengan penampilan Uncle T and Fams yang juga membuat penonton bersorak. Bahkan, beberapa di antara penonton ikut bergoyang di depan panggung untuk sekadar meluapkan kepuasannya menikmati musik rap yang dibawakan oleh solois bertopi tersebut.

Salah satu pengunjung acara Selamat Pagi Vol. 17 mengungkapkan kepuasannya datang ke acara tersebut. “Saya sudah mengikuti acara ini sejak dulu. Saya menikmati musik-musiknya dan acaranya sangat mengedukasi anak-anak muda saat ini. Semoga semakin meningkat ruang-ruang untuk anak-anak muda saat ini agar karya-karyanya dapat selalu dinikmati…” jelas pengunjung yang bernama Abi.

Selamat Pagi Vol. 17 saat itu mengangkat tema “berwarna-warni” untuk menandai keberagaman inidividu yang terlibat aktivitas kolektif di dalamnya. Masing-masing individu berpotensi menampilkan warna dengan semangat kolaboratif dan menghiasi Minggu pagi dengan bertemu, berkreasi, bertukar, berbagi, serta menciptakan suasana yang berwarna-warni.

Saya pun bergegas menutup buku catatan kecil yang saya bawa selama acara berlangsung, kemudian kembali duduk di kursi kayu panjang yang menghadap persis ke tepi sungai. Sembari menghabiskan kopi yang sudah tidak hangat lagi, saya mengamati lalu lalang panitia yang tengah sibuk merapikan alat musik di panggung tepi sungai, yang menandakan bahwa acara telah selesai. Walaupun acara yang seharusnya dimulai pukul 8 itu baru dimulai pukul 9, jalannya acara saat itu sama sekali tidak mengalami hambatan hingga acara usai.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: SELAMAT PAGI VOL. 17: TEPI SUNGAI MENJADI SAKSI BERKREASI!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/selamat-pagi-vol-17-tepi-sungai-menjadi-saksi-berkreasi/