SIRAMIN: SOCIOPRENEUR BANTU SIRAMI LADANG PETANI

 In Liputan, Ngobrol
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Hai sahabat, kadang aku merasa iri dengan teman-teman pemilik usaha online yang sudah punya cerita suksesnya sendiri.

Banyak di antara mereka sudah punya penghasilan sampai puluhan juta dari bisnis onlinenya. Hati kecil siapa yang berani bohong dan bilang tak ingin menjadi seperti mereka? Siapa juga yang tidak ingin membanggakan orangtua dengan menjadi wirausahawan sukses pada usia muda?

Benar-benar berpikir itu sudah sangat hebat? Ya aku juga, sampai suatu hari aku ditugaskan mewawancarai seorang abang peraih medali emas sebuah kompetisi bisnis nasional. Abang ini sebenarnya merupakan kakak angkatan komunitas jurnalis remaja yang juga kuikuti dulu waktu masih kelas 2 SMA. Kami seharusnya bertemu di fakultas teknik salah satu kampus di Jogja. Namun bisakah aku mengutuk hujan yang mengguyur tubuhku basah sampai aku tak punya malu jika berani datang di hadapannya dengan penampilan mengenaskan seperti itu? Aku tentu tidak bisa membatalkan wawancara itu, karena aku tahu ia akan berangkat ke luar kota esok paginya, dan karena kutahu juga, bahwa deadline tugasku semakin dekat.

Entah di bagian mana kecerdasanku seharusnya digunakan, sampai batu berlumut di tanah tetangga menyadarkanku akan kecanggihan teknologi komunikasi masa kini. Aku menyulam tawa bodohku sambil segera menyarankannya untuk bertukar Q&A menggunakan pesan suara di salah satu media sosialnya.

Dok. Adreaningsih Rustandie

Nama panggilannya Gandhi, tapi nama lengkapnya panjang sekali. Ia bisa main gitar, piano, suka bisnis, pecinta teknologi, peduli lingkungan, sungguh tipikal calon suami pemimpin ideal nusa dan bangsa dong ya. Mas Gandhi ini banyak bercerita tentang proyek bisnis berbasis teknologinya bersama teman-teman komunitas di kampusnya yang bernama ëSiraminí. Proyek ini adalah sebuah alat berbasis website yang dapat digunakan oleh beberapa user yang dikhususkan untuk para petani untuk membantu dalam penyiraman ladang persawahan secara otomatis, lho kok?

Awalnya kukira Siramin ini adalah produk bisnis seperti umbi-umbian yang di upgrade kelasnya dengan bumbu-bumbu balado keju pedas manis dan dijual online di seluruh nusantara, tapi ternyata waktu itu aku memang sedang sakit jiwa.

Oke, kembali pada keunikan proyeknya ini, teknologi yang dikembangkan oleh mas Gandhi dan kawan-kawan ternyata dapat digunakan tanpa smartphone! Ini cukup masuk akal dan dapat diterima oleh para petani yang tidak perlu repot dalam masalah aplikasi kekinian dan kerumitannya karena memang Siramin ini penggunaannya melalui pesan teks atau SMS.

Tinggal mengirim satu pesan maka sawah mereka otomatis di sirami oleh teknologi Siramin ini, fantastis!
“Ide Siramin ini pertama muncul karena melihat kesulitan yang dialami masyakarkat kalangan petani dalam menyirami sawah mereka, jadi yah Siramin ini pun lahir dengan dasar Sociopreneurship untuk memudahkan mereka” tukas mas Gandhi dengan suara mendayu tapi penuh semangat dan percaya diri.

Ia menyatakan bahwa tujuan awal Siramin memang berdasar sociopreneurship, yaitu usaha bisnis yang dikembangkan untuk lingkungan sosial. Wah prinsipnya ini memang patut diacungi jempol. Tidak heran kehebatan Siramin ini dibuktikan dengan segudang prestasi nasional maupun internasional sejalan dengan perkembangannya. Yup, bukan main, internasional lho ini.
“Punya bisnis waktu muda itu hebat. Tapi lebih hebat lagi kalau produk bisnis itu bukan hanya memberi keuntungan materi bagi seseorang, tapi juga kontribusi kepada lingkungan karena produk itu sendiri”

Itu adalah jawaban terbaik dari salah satu sociopreneur remaja asal Yogyakarta.
Hayoo, semoga dapat menginspirasi sahabat semua dalam berbisnis ya.

Salam,

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: SIRAMIN: SOCIOPRENEUR BANTU SIRAMI LADANG PETANI!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/siramin-sociopreneur-bantu-sirami-ladang-petani/