VOLUNTEER: GARDA DEPAN KESUKSESAN ASIAN GAMES 2018

 In Liputan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Asian Games 2018 tidak bisa lepas dari peran serta kontribusi para volunteer yang ikut menyukseskan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut. Mereka adalah salah satu garda terdepan agar semua mekanisme penyelenggaraan berjalan lancar.

relawan-asian-games-2018

Dok. detik.com

Asian Games 2018 tidak bisa lepas dari peran serta kontribusi para volunteer yang ikut menyukseskan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut. Mereka adalah salah satu garda terdepan agar semua mekanisme penyelenggaraan berjalan lancar. Para volunteer telah melewati proses seleksi bertahap–dari 40 ribu orang yang mendaftar, sejumlah 20.741 orang yang lolos. Jumlah itu lantas didistribusikan ke Palembang sebanyak 3.741 orang dan ke Jakarta sebanyak 17.000 orang.

Dilansir dari Tirto.id (24/8), “Semua volunteer mendapat hak sesuai SBML (standar biaya umum dan lainnya) yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan,” kata Eris Herryanto, Sekjen Inasgoc. Mereka dijanjikan mendapatkan uang ganti untuk transportasi dan konsumsi. Pihak penyelenggara, Inasgoc, membagi volunteer atas empat kategori: Protocol Assistant; NOC Assistant; Liaison Officer; dan Work Force, kemudian dialokasikan ke dalam sembilan belas departemen atau functional areas seperti Venue, Medical & Clinics, Ceremonies, Ticketing, Catering, Transportation, dan lain-lain.

“Kita bekerja selama 8 jam dan dapat allowance per harinya Rp300.000,00. Rp150.000,00 hitungannya buat transport, Rp150.000,00 lagi buat makan. Tugas kita adalah mengarahkan para atlet kalau sekiranya mereka butuh apa-apa, seperti ingin ke gym, medical centre, sport information centre, dan lain-lain.” tutur Andre (21) yang mendapat jobdesk di departemen Athlete Villages.

Para volunteer di departemen Athlete Villages terkadang menjadi sasaran empuk jika mekanisme tidak berjalan dengan baik. Salah satu tantangan yang sering terjadi ketika menghadapi 16.000 atlet dan ofisial selama pagelaran Asian Games 2018 adalah adanya atlet atau ofisial yang mengeluhkan sulitnya memperoleh transportasi menuju venue atau bandara. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya jumlah volunteer di bagian transportasi sehingga mereka kewalahan dalam melakukan tugasnya.

“Beberapa dari kita (relawan) kadang suka dapet peringatan dari pihak panitia, tanpa diberitahu apa kesalahannya, tiba-tiba dapet peringatan. Jadi tidak bisa introspeksi apa kesalahan yang tidak boleh dilakukan.”

Berbeda dengan Andre yang lebih fokus untuk mengurusi atlet, Rahmat (20) mendapat jobdesk di departemen Ticketing untuk menjaga gate penonton. Di departemen ini, beberapa pengunjung terkadang mendapatkan tiket yang sudah digunakan oleh pengunjung lain. Ketika akan duduk, ternyata sudah ada yang menempati. Perkara double tickets ini bisa jadi perkara teknis. Namun, ketika volunteer menghadapi pengunjung yang menggunakan atribut ID orang lain, Rahmat bernada lain.

“Kita kan pakai sistem semacam ID Card, gitu. Pernah ada mbak-mbak yang mau masuk lewat gate VIP, ID-nya bukan punya dia, tapi malah punya kerabatnya.”

Hal yang paling biasa terjadi ialah ketika beberapa pihak panitia meloloskan penonton secara cuma-cuma karena faktor teman, keluarga, atau semacamnya. “Biasanya ada pihak panitia yang bilang ke penjaga gate: ini masukin aja, saya yang bawa”. Akibatnya, penonton yang membeli tiket resmi justru tidak mendapatkan tempat duduk. Rahmat, seperti kebanyakan relawan yang lain, hanya manut dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tentu saja ia hanya menjalankan prosedur yang ada.

Terlepas dari pengalaman-pengalaman yang kadang tidak menyenangkan, keduanya tetap bernada positif tentang penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Ya, seneng banget sih, bisa berpartisipasi di acara bersejarah kayak gini,” tutur Rahmat. Kebanggaan ketika menjadi bagian dari salah satu perhelatan olahraga akbar di dunia adalah salah satu alasan Rahmat mendaftar sebagai relawan untuk ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Ingin mencoba hal baru di luar bidang saya: mendapat pengalaman baru karena berinteraksi dengan orang-orang yang berasal dari empat pulu lima negara berbeda, dengan sifat yang berbeda-beda juga,” jelas Andre saat ditanyai hal yang sama.

Asian Games sukses digelar di Indonesia, secara khusus di Jakarta dan Palembang. Baik pembukaan maupun penutupannya digelar secara kolosal dan meriah. Kesuksesan ini tak bisa dilepaskan dari peran serta para relawan yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi sehingga menjadi urat nadi acara ini.

Perkara sikap-sikap amatiran dan juga hal-hal tidak menyenangkan, tentu semua pihak terkait perlu melakukan evaluasi secara mendasar. Terlebih lagi gejala-gejala nepotisme skala kecil yang terjadi di lapangan. Bukankah hal-hal besar memang selalu berawal dari segelintir hal kecil?

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Simak yang lain Yuk!

X

Bagi konten ini dengan kawan

Hi, konten ini mungkin menarik untukmu: VOLUNTEER: GARDA DEPAN KESUKSESAN ASIAN GAMES 2018!
Buka tautan berikut:
https://berisik.id/volunteer-garda-depan-kesuksesan-asian-games/